Menyapa Warga dalam Semarak Hari Kemerdekaan

Jadi mahasiswa bukan berarti aktifitasnya hanya sekitar ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, ruang-ruang rapat dan segala yang berbau kampus. Mahasiswa juga biasanya hidup bertetangga dengan sekelilingnya baik dengan sesama mahasiswa lain yang tinggal di kos yang berdampingan maupun dengan warga masyarakat umum. Wilayah Jogja yang semakin metropolis semakin sedikit menyisakan kawasan-kawasan yang sepi dari pemukiman penduduk. Yang dahulu kala masih berupa sawah atau kebun-kebun kosong, sekarang sudah menjamur pemukiman penduduk maupun bangunan-bangunan lainnya.



Pesantren Mahasiswi Darush Shalihat (PMDS) yang berada di jalan Pandega Marta Gang Darush Shalihat, Pogung Baru Blok F 77 juga demikan halnya. Jika disekitar tahun 2004 sekelilng pesantren masin berupa sawah-sawah, saat ini tetangga kami sudah menjadi bangunan-bangunan kos yang padat. Akan tetapi, meskipun sekarang tetangga kami semakin berdekatan, aktifitas keseharian yang sangat padat membuat warga Pogung Baru kurang mengenal satu sama lain baik karena kuliah ataupun kerja dari pagi sampai petang. Liburan pun lebih dimanfaatkan untuk refresing dan istirahat. Sehingga silaturahim antartetangga jarang dilakukan.

Alhamdulillah hari Ahad 14 Agustus 2016 kami diberi kesempatan untuk menyapa warga RT 13 Pogung Baru. Momen ini bertepatan dengan peringatan 17 Agustus yang merupakan Hari Kemerdekaan Indonesa. Momen berkumpul bersama tetangga ini menjadi suatu yang sangat istimewa karena sebagan besar warga ikut berpartisipasi.
Pada acara kali ini, kami diberi kesempatan untuk mengkonsep serta menyiapkan acara lomba agustusan. Hal ini adalah sesuatu yang menggembirakan karena masyarakat sudah memberikan kepercayaan bagi kami untuk belajar mengelola kegiatan di masyarakat. Santri Darush Shalihat angkatan VII, VIII dan IX dilibatkan dalam persiapan ini. Kami melakukan segala persiapan mulai dari konsep acara sampai masalah sampah dan cuci piring. Sebab, sebagai seorang muslimah, kami harus senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan.
Beberapa lomba yang dilakukan antara lain lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung, kelereng jalan, menangkap ayam dan memukul air. Dalam perlombaan kali ini, kami berikhtiar untuk mengedepankan nilai – nilai Islam. Misalnya, dalam lomba makan kerupuk. Biasanya lomba makan kerupuk dilaksanakan dengan posisi berdiri. Namun kali ini, kami melakukan lomba makan kerupuk dengan posisi duduk. Peserta yang berdiri akan didiskualifikasi. Hal ini dilakukan sesuai dengan tuntunan Uswatun Hasanah kita, Rasulullah saw. Kami berharap hal – hal kecil yang kami goreskan ini bisa memberi sedikit inspirasi dan manfaat bagi warga sekitar. Aamiin. [diki]

You can leave a response, or trackback from your own site.

1 Response to "Menyapa Warga dalam Semarak Hari Kemerdekaan"

  1. alhamdulillah merasakan nikmatnya bertetangga meskipun jauh dari kampung halaman, karena mau degan sarana seperti apa kita bisa menyentuh masyarakat jika kita 4 tahun berada di perantauan. yuk mari sapa tetangga kos atau kontrakan ^^

Posting Komentar

powered by PMDS | Darush Shalihat Media | Gubah by Ikhwah Media